Kamis, 15 Agustus 2013

Negeri yg Belum Merdeka

Ironi sebuah negeri yang mengaku merdeka, tapi sejatinya belum merdeka. Pengakuan merdeka lantaran kedaulatannya diakui oleh negara lain dan terdaftar sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sudah bisa menjalankan roda pemerintahannnya sendiri. Mengayomi rakyatnya sendiri. Setelah lepas dari penjajahan Jepang dan Belanda, Indonesia terus aktif di kancah internasional. Tapi keadaan dalam negeri selalu saja kontradiktif. Membaik dalam satu kesempatan, memburuk di kesempatan lain. Dengan keadaan yang sedemikian rupa, wajar pesimisme melingkupi wajah-wajah yang mencoba untuk tetap optimis. Banyak aspek yang mendorong keadaan jadi lebih buruk. Tapi, menyalahkan orang lain bukanlah sebuah sikap seorang ksatria sejati. Lebih baik bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita merdeka ?. Merdeka dalam arti yang sebenar-benarnya. Bebas dari segala macam bentuk penjajahan dan campur tangan bangsa lain. Tidak mudah tergiur oleh kepentingan sesaat dan kepantingan golongan sehingga mengorbankan kepentingan orang banyak dan kepentingan masa depan. Rasanya, kalau diambil dari makna merdeka sebagai bangsa dalam artian bebas dari penjajahan dan campur tangan bangsa lain, Indonesia masih belum dapat memenuhi ketentuan itu. Apakah kita bebas menentukan harga yang seringkali cenderung naik ketika lebaran tiba ? Apakah kita bebas menolak atau menyetujui putusan bersama anggota PBB ? Apakah kita bebas menolak masuknya produk asing yang memang tidak layak masuk ke negara kita ? Apakah kita bebas memberi hukuman kepada orang yang benar-benar bersalah sesuai dengan tingkat kesalahannya serta menyatakan tidak bersalah kepada orang-orang yang benar-benar tidak bersalah ? Terlihat jelas ketakutan serta kelambanan dalam mengambil tindakan adalah sebuah kecanggungan dalam mengambil makna merdeka dalam arti sebuah kebebasan bertindak. Begitu juga makna merdeka sebagai bangsa dalam artian tidak mudah tergoda kepentingan golongan atau kepentingan sesaat. Tanyakan pada para petinggi negara, berapa banyak aset negara yang telah dijual ? Berapa banyak kebijakan yang dibuat untuk mengakali undang-undang dan peraturan negara untuk memuluskan langkah partai atau golongannya ? Kita memang harus selalu mempertanyakan "status" kemerdekaan kita. Selamat Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan bagi Bangsa yang mengaku merdeka tapi sejatinya belum. Merdeka !!!

2 komentar:

Najib Kailani mengatakan...

emang belum merdeka kok,,,,,,,,

Najib Kailani mengatakan...

emang belum merdeka kok