Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2016

Memahami Ayat Al-Qur'an Sebelum Menghafalkannya

Bila ditelaah lebih dalam, kandungan dalam Al-Qur'an adalah ayat-ayat yang bermakna mulia. Membacanya saja, menghadirkan kedamaian di dalam hati. Terlebih jika mengetahui arti dan memahami maksudnya. Seorang penghafal qur'an tentu akan lebih termotivasi menghafalkannya.

Semisal ia menghafal ayat yang berkenaan dengan surga, maka ia memahami urutan serta alur penjelasan yang disajikan dalam surat tersebut, dan akan bersemangat meneruskan hafalannya. Jadi, erat kaitannya pemahaman dengan hafalan bagi seorang penghafal Al-Qur'an. Pemahaman yang baik terhadap suatu ayat dapat memberi pengaruh yang besar dalam proses menghafal. Bahkan bisa dikatakan bila seseorang ingin menghafal Al-Qur'an dengan memahaminya terlebih dahulu, ia telah menempuh setengah jalan.

Selasa, 09 Februari 2016

Memulai Hafalan Al-Qur'an dengan Perlahan

Seorang penghafal Al-Qur'an yang baru saja memulai programnya umumnya memiliki semangat yang besar untuk menjalani proses menghafal. Semangat dalam menghafal sangat menentukan keberhasilan seorang penghafal Qur'an. Namun yang terpenting adalah kemampuan seorang penghafal Qur'an untuk terus menjaga semangatnya. Sebab seringkali di tengah jalan banyak godaan yang memalingkan diri dari tujuan dan menggoyahkan semangat.

Sikap istiqomah sangat perlu dimiliki oleh seorang penghafal Qur'an. Lebih-lebih pada saat-saat sulit. Sangat disayangkan bilamana di awal perjalanan menghafal qur'an, seorang pelajar meletup-letup semangatnya, lalu pada akhirnya harus berhenti di tengah jalan karena tidak istiqomah.

Maka di awal perjalanan hendaknya memulai hafalan qur'an dengan perlahan. Tidak perlu berambisi untuk menempuh hafalan dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Sebab beban yang terlalu berat akan memutus semangat dan menghentikan perjalanan sebelum sampai ke ujungnya.

Sabtu, 06 Februari 2016

Teknik Dasar Menghafal Al-Qur'an : Pengulangan dan Pembagian

Bagaimana seseorang dapat menghafal Al-Qur'an ?. Inti dasar dari proses menguasai hafalan itu sendiri adalah mengulang-ulang bacaan yang hendak dihafal. Semakin banyak diulang, akan semakin kuat hafalannya. Semisal kita akan menghafalkan ayat pertama dari Surah Al-Alaq, kita cukup membacanya secara berulang-ulang. Setelah menyelesaikan beberapa kali pengulangan biasanya para penghafal qur'an akan dapat menguasai ayat tersebut dan sukses menghafalkannya. Tetapi jumlah pengulangan bacaan untuk dapat menguasai hafalan tidak sama antara penghafal yang satu dengan yang lain. Perbedaan jumlah pengulangan bacaan yang dibutuhkan bergantung pada kekuatan memori masing-masing penghafal.

Bila seorang penghafal memiliki daya nalar yang kuat, makin sedikit jumlah pengulangan yang dibutuhkan untuk sampai kepada penguasaan hafalan. Sebaliknya bila daya nalarnya masih lemah, maka tentu membutuhkan banyak pengulangan agar dapat menguasai hafalan. Maka tidak dapat disamaratakan jumlah pengulangan bacaan bagai semua penghafal. Yang mungkin dilakukan adalah menetapkan jumlah baku di setiap tingkat kekuatan memori.

Saat pengulangan ayat demi ayat telah dimulai, penghafal perlu juga melakukan pembagian halaman atau surat yang akan dihafal menjadi beberapa bagian. Hal itu untuk memudahkan hafalan menemukan tempatnya di dalam pikiran manusia. Sebab pembagian itu dapat diibaratkan menyediakan kamar-kamar di dialam otak kita untuk diletakkan di dalamnya ayat-ayat Al-Qur'an yang dihafal.

Selasa, 01 Februari 2011

Surat Yasin

RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud: “Bacalah surah Yassin kerana ia mengandungi keberkatan”, iaitu:

1. Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia boleh menjadi kenyang.
2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.
3. Jika orang belum berkahwin akan mendapat jodoh.
4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.
5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.
8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.
11. Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al-Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surah Yassin,nescaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.
13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawa minuman untuknya.Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya
dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.
14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Sesiapa bersembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.

Sesiapa yang menerima mesej ini tolong forwardkan kepada teman seagama yang lain.