Tampilkan postingan dengan label nalar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nalar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2016

Memulai Hafalan Al-Qur'an dengan Perlahan

Seorang penghafal Al-Qur'an yang baru saja memulai programnya umumnya memiliki semangat yang besar untuk menjalani proses menghafal. Semangat dalam menghafal sangat menentukan keberhasilan seorang penghafal Qur'an. Namun yang terpenting adalah kemampuan seorang penghafal Qur'an untuk terus menjaga semangatnya. Sebab seringkali di tengah jalan banyak godaan yang memalingkan diri dari tujuan dan menggoyahkan semangat.

Sikap istiqomah sangat perlu dimiliki oleh seorang penghafal Qur'an. Lebih-lebih pada saat-saat sulit. Sangat disayangkan bilamana di awal perjalanan menghafal qur'an, seorang pelajar meletup-letup semangatnya, lalu pada akhirnya harus berhenti di tengah jalan karena tidak istiqomah.

Maka di awal perjalanan hendaknya memulai hafalan qur'an dengan perlahan. Tidak perlu berambisi untuk menempuh hafalan dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Sebab beban yang terlalu berat akan memutus semangat dan menghentikan perjalanan sebelum sampai ke ujungnya.

Sabtu, 06 Februari 2016

Teknik Dasar Menghafal Al-Qur'an : Pengulangan dan Pembagian

Bagaimana seseorang dapat menghafal Al-Qur'an ?. Inti dasar dari proses menguasai hafalan itu sendiri adalah mengulang-ulang bacaan yang hendak dihafal. Semakin banyak diulang, akan semakin kuat hafalannya. Semisal kita akan menghafalkan ayat pertama dari Surah Al-Alaq, kita cukup membacanya secara berulang-ulang. Setelah menyelesaikan beberapa kali pengulangan biasanya para penghafal qur'an akan dapat menguasai ayat tersebut dan sukses menghafalkannya. Tetapi jumlah pengulangan bacaan untuk dapat menguasai hafalan tidak sama antara penghafal yang satu dengan yang lain. Perbedaan jumlah pengulangan bacaan yang dibutuhkan bergantung pada kekuatan memori masing-masing penghafal.

Bila seorang penghafal memiliki daya nalar yang kuat, makin sedikit jumlah pengulangan yang dibutuhkan untuk sampai kepada penguasaan hafalan. Sebaliknya bila daya nalarnya masih lemah, maka tentu membutuhkan banyak pengulangan agar dapat menguasai hafalan. Maka tidak dapat disamaratakan jumlah pengulangan bacaan bagai semua penghafal. Yang mungkin dilakukan adalah menetapkan jumlah baku di setiap tingkat kekuatan memori.

Saat pengulangan ayat demi ayat telah dimulai, penghafal perlu juga melakukan pembagian halaman atau surat yang akan dihafal menjadi beberapa bagian. Hal itu untuk memudahkan hafalan menemukan tempatnya di dalam pikiran manusia. Sebab pembagian itu dapat diibaratkan menyediakan kamar-kamar di dialam otak kita untuk diletakkan di dalamnya ayat-ayat Al-Qur'an yang dihafal.