Sobat nitigama, apa kabar ? Sudahkah kalian membaca Al-Qur'an hari ini. Syukur alhamdulillah kalau sudah membaca. Bagi yang belum bisa segera mengambil mushaf lalu membacanya, atau bisa juga dibaca lewat hp androidnya (bagi yang punya). Semoga ayat yang dibaca menjadi penolong di hari kiamat nanti. Amin.
Kali ini kita akan menyimak beberapa tips seputar cara menghafal qur'an. Tips berikut datang dari saudara Fadhil Azman. Dia adalah seorang mahasiswa University of Jordan di bidang Teologi Islam yang sukses menghafalkan Qur'an 30 Juz selama 4 bulan.
Bagaimana tipsnya hingga ia mampu menyelesaikan hafalannya ? Mari kita simak.
1. Memurnikan niat.
2. Segera mulai menghafal.
3. Menggunakan mushaf yang sama.
4. Mendengarkan bacaan Al-Qur'an
5. Pengulangan dan pembagian halaman sebagai dasar untuk menghafal.
6. Memahami apa yang akan dihafal.
7. Memulai dengan perlahan.
8. Tidak mudah menyerah.
9. Memiliki teman yang ingin menghafal Al-Qur’an juga.
10. Membuat rencana menghafal.
11. Memanfaatkan waktu terbaik dalam menghafal.
12. Mengubah setiap waktu menjadi produktif.
13. Membawa mushaf kemanapun berada.
14. Menjaga pandangan mata.
15. Banyak bertaubat.
16. Memperdengarkan hafalan qur'an kepada orang lain, tasmi'
17. Selalu mengulangi hafalan, muraja'ah.
18. Makan kismis dan madu.
19. Shalat malam.
20. Selalu berdoa, memohon bantuan Allah.
21. Mendo'akan orang lain.
22. Meminta do'a kepada orang tua.
sumber : http://www.arrahmah.com/news/2015/08/07/22-tips-bagaimana-mahasiswa-ini-bisa-hafal-quran-30-juz-dalam-4-bulan.html
Pengetahuan tidak berarti apa-apa tanpa memperbaharui pemikiran setiap hari (Albert Einstein)
Tampilkan postingan dengan label cepat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cepat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 Maret 2016
Rabu, 10 Februari 2016
Memahami Ayat Al-Qur'an Sebelum Menghafalkannya
Bila ditelaah lebih dalam, kandungan dalam Al-Qur'an adalah ayat-ayat yang bermakna mulia. Membacanya saja, menghadirkan kedamaian di dalam hati. Terlebih jika mengetahui arti dan memahami maksudnya. Seorang penghafal qur'an tentu akan lebih termotivasi menghafalkannya.
Semisal ia menghafal ayat yang berkenaan dengan surga, maka ia memahami urutan serta alur penjelasan yang disajikan dalam surat tersebut, dan akan bersemangat meneruskan hafalannya. Jadi, erat kaitannya pemahaman dengan hafalan bagi seorang penghafal Al-Qur'an. Pemahaman yang baik terhadap suatu ayat dapat memberi pengaruh yang besar dalam proses menghafal. Bahkan bisa dikatakan bila seseorang ingin menghafal Al-Qur'an dengan memahaminya terlebih dahulu, ia telah menempuh setengah jalan.
Semisal ia menghafal ayat yang berkenaan dengan surga, maka ia memahami urutan serta alur penjelasan yang disajikan dalam surat tersebut, dan akan bersemangat meneruskan hafalannya. Jadi, erat kaitannya pemahaman dengan hafalan bagi seorang penghafal Al-Qur'an. Pemahaman yang baik terhadap suatu ayat dapat memberi pengaruh yang besar dalam proses menghafal. Bahkan bisa dikatakan bila seseorang ingin menghafal Al-Qur'an dengan memahaminya terlebih dahulu, ia telah menempuh setengah jalan.
Selasa, 09 Februari 2016
Memulai Hafalan Al-Qur'an dengan Perlahan
Seorang penghafal Al-Qur'an yang baru saja memulai programnya umumnya memiliki semangat yang besar untuk menjalani proses menghafal. Semangat dalam menghafal sangat menentukan keberhasilan seorang penghafal Qur'an. Namun yang terpenting adalah kemampuan seorang penghafal Qur'an untuk terus menjaga semangatnya. Sebab seringkali di tengah jalan banyak godaan yang memalingkan diri dari tujuan dan menggoyahkan semangat.
Sikap istiqomah sangat perlu dimiliki oleh seorang penghafal Qur'an. Lebih-lebih pada saat-saat sulit. Sangat disayangkan bilamana di awal perjalanan menghafal qur'an, seorang pelajar meletup-letup semangatnya, lalu pada akhirnya harus berhenti di tengah jalan karena tidak istiqomah.
Maka di awal perjalanan hendaknya memulai hafalan qur'an dengan perlahan. Tidak perlu berambisi untuk menempuh hafalan dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Sebab beban yang terlalu berat akan memutus semangat dan menghentikan perjalanan sebelum sampai ke ujungnya.
Sikap istiqomah sangat perlu dimiliki oleh seorang penghafal Qur'an. Lebih-lebih pada saat-saat sulit. Sangat disayangkan bilamana di awal perjalanan menghafal qur'an, seorang pelajar meletup-letup semangatnya, lalu pada akhirnya harus berhenti di tengah jalan karena tidak istiqomah.
Maka di awal perjalanan hendaknya memulai hafalan qur'an dengan perlahan. Tidak perlu berambisi untuk menempuh hafalan dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Sebab beban yang terlalu berat akan memutus semangat dan menghentikan perjalanan sebelum sampai ke ujungnya.
Sabtu, 06 Februari 2016
Teknik Dasar Menghafal Al-Qur'an : Pengulangan dan Pembagian
Bagaimana seseorang dapat menghafal Al-Qur'an ?. Inti dasar dari proses menguasai hafalan itu sendiri adalah mengulang-ulang bacaan yang hendak dihafal. Semakin banyak diulang, akan semakin kuat hafalannya. Semisal kita akan menghafalkan ayat pertama dari Surah Al-Alaq, kita cukup membacanya secara berulang-ulang. Setelah menyelesaikan beberapa kali pengulangan biasanya para penghafal qur'an akan dapat menguasai ayat tersebut dan sukses menghafalkannya. Tetapi jumlah pengulangan bacaan untuk dapat menguasai hafalan tidak sama antara penghafal yang satu dengan yang lain. Perbedaan jumlah pengulangan bacaan yang dibutuhkan bergantung pada kekuatan memori masing-masing penghafal.
Bila seorang penghafal memiliki daya nalar yang kuat, makin sedikit jumlah pengulangan yang dibutuhkan untuk sampai kepada penguasaan hafalan. Sebaliknya bila daya nalarnya masih lemah, maka tentu membutuhkan banyak pengulangan agar dapat menguasai hafalan. Maka tidak dapat disamaratakan jumlah pengulangan bacaan bagai semua penghafal. Yang mungkin dilakukan adalah menetapkan jumlah baku di setiap tingkat kekuatan memori.
Saat pengulangan ayat demi ayat telah dimulai, penghafal perlu juga melakukan pembagian halaman atau surat yang akan dihafal menjadi beberapa bagian. Hal itu untuk memudahkan hafalan menemukan tempatnya di dalam pikiran manusia. Sebab pembagian itu dapat diibaratkan menyediakan kamar-kamar di dialam otak kita untuk diletakkan di dalamnya ayat-ayat Al-Qur'an yang dihafal.
Bila seorang penghafal memiliki daya nalar yang kuat, makin sedikit jumlah pengulangan yang dibutuhkan untuk sampai kepada penguasaan hafalan. Sebaliknya bila daya nalarnya masih lemah, maka tentu membutuhkan banyak pengulangan agar dapat menguasai hafalan. Maka tidak dapat disamaratakan jumlah pengulangan bacaan bagai semua penghafal. Yang mungkin dilakukan adalah menetapkan jumlah baku di setiap tingkat kekuatan memori.
Saat pengulangan ayat demi ayat telah dimulai, penghafal perlu juga melakukan pembagian halaman atau surat yang akan dihafal menjadi beberapa bagian. Hal itu untuk memudahkan hafalan menemukan tempatnya di dalam pikiran manusia. Sebab pembagian itu dapat diibaratkan menyediakan kamar-kamar di dialam otak kita untuk diletakkan di dalamnya ayat-ayat Al-Qur'an yang dihafal.
Jumat, 05 Februari 2016
Mendengarkan Bacaan Al-Qur'an
Saat ini telah banyak beredar file-file suara murottal dari syeikh-syeikh terkemuka. Bila seorang penghafal Al-Qur'an membutuhkan media yang dapat membantu dalam upaya memudahkan proses menghafal, maka mendengarkan bacaan Al-Qur'an adalah salah satunya.
Kita dapat memilih salah satu corak murottal yang dilantunkan oleh seorang syeikh untuk kita dengarkan. Dengan mendengarkan bacaan tersebut, otak kita akan mendapatkan asupan yang baik untuk menghafal Al-Qur'an. Semisal anda hendak menghafal Surah Ar-Rahman, lalu anda mendengarkan bacaan murottal syeikh Sudais di bagian Surah Ar-Rahman, maka suara syeikh Sudais yang terus menerus didengarkan akan terngiang dalam ingatan. Dan ketika proses menghafal dimulai, ayat-ayat yang akan dihafal terasa familiar walaupun belum pernah dibaca sama sekali. Hal itu dikarenakan otak telah lebih dahulu merekam suara lantunan ayat tersebut.
Kebiasaan mendengarkan murottal akan sangat membantu dalam proses menghafal Al-Qur'an. Maka seorang penghafal qur'an hendaknya membiasakan diri untuk mendengarkan murottal. Jikalau hal tersebut dilakukan, bukan mustahil kalam Ilahi dapat dengan mudah meresap dalam hati.
Kita dapat memilih salah satu corak murottal yang dilantunkan oleh seorang syeikh untuk kita dengarkan. Dengan mendengarkan bacaan tersebut, otak kita akan mendapatkan asupan yang baik untuk menghafal Al-Qur'an. Semisal anda hendak menghafal Surah Ar-Rahman, lalu anda mendengarkan bacaan murottal syeikh Sudais di bagian Surah Ar-Rahman, maka suara syeikh Sudais yang terus menerus didengarkan akan terngiang dalam ingatan. Dan ketika proses menghafal dimulai, ayat-ayat yang akan dihafal terasa familiar walaupun belum pernah dibaca sama sekali. Hal itu dikarenakan otak telah lebih dahulu merekam suara lantunan ayat tersebut.
Kebiasaan mendengarkan murottal akan sangat membantu dalam proses menghafal Al-Qur'an. Maka seorang penghafal qur'an hendaknya membiasakan diri untuk mendengarkan murottal. Jikalau hal tersebut dilakukan, bukan mustahil kalam Ilahi dapat dengan mudah meresap dalam hati.
Senin, 01 Februari 2016
Memurnikan Niat dalam Menghafal Qur'an
Dalam setiap tindakan seorang harus selalu melakukannya dengan tulus demi Allah. Terutama saat seorang hamba beribadah. Menghafal Qur'an pun termasuk di dalamnya. Sudah selayaknya seorang yang ingin menghafalkan kalam Ilahi menjalani proses menghafal dengan selalu mengharap rahmat Allah. Sehingga dengan limpahan rahmat-Nya ia akan terus berusaha menjaga niat dan berupaya memperoleh ridha Allah. Kalaulah Allah ridah dengan apa yang ia hafalkan, maka surga pun akan merindunya.
Disamping itu, seorang yang ingin menghafal quran haruslah membersihkan hati dari niat yang bernilai duniawi semata. Semisal menghafal quran untuk lulus ujian. Ataupun menghafal quran untuk pamer dan menyombongkan diri. Semoga kita semua terhindar dari niat semacam itu.
“Allah hanya menerima tindakan yang dimaksudkan murni untuk kesenangan-Nya.” (H.R. An-Nasa’i) Semoga Allah menjaga niat kami murni bagi-Nya.
Disamping itu, seorang yang ingin menghafal quran haruslah membersihkan hati dari niat yang bernilai duniawi semata. Semisal menghafal quran untuk lulus ujian. Ataupun menghafal quran untuk pamer dan menyombongkan diri. Semoga kita semua terhindar dari niat semacam itu.
“Allah hanya menerima tindakan yang dimaksudkan murni untuk kesenangan-Nya.” (H.R. An-Nasa’i) Semoga Allah menjaga niat kami murni bagi-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)