Tampilkan postingan dengan label yudisium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yudisium. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juli 2013

Sumringah di Yudisium Kelas 6 2013 Dynamic Generation

Tadi pagi saya menghadiri acara yudisium kelas 6. Pondok dipadati para wali santri yang dengan harap cemas menunggu hasil keputusan masing-masing anaknya. Begitu juga saya (wali santri ??hehehe....). Dua adik saya, Muhammad Najib Kaelani dan Muhammad Rosyid Ridho. Keduanya telah melewati perjalanan panjang untuk mencapai momen spesial pagi ini.

Yang paling saya ingat adalah perkataan seorang teman tentang kecilnya kemungkinan mereka berdua untuk naik kelas. Penyebabnya adalah, kelas mereka adlah kelas paling bawah. Ketika itu Najib duduk di kelas 3 Intensif K sedangkan Rosyid di kelas 4 O, yang mana kedua kelas itu adalah kelas yang paling bawah, bisa juga disebut "batas bawah" sebab tidak ada kelas lagi di bawahnya. Kombinasi dari abjad kelas keduanya adalah K dan O sehingga teman saya menyebut bahwa mereka bakalan K.O sesuai abjad kelas mereka. Saya langsung panas, dan menimpali "Baik, saya akan mencoba membantu mereka untuk merubah status K.O menjadi O.K". Dengan segala keterbatasan, tahun itu juga mereka berdua berhasil membuktikan predikat K.O itu salah dengan naiknya mereka ke jenjang kelas 5 KMI. Walaupun harus terpisah jarak, karena Najib dipindah ke Banyuwangi (Darul Muttaqin, Gontor 5). Naik kelas 6, Rosyid juga dipindah ke Kediri ( Gontor 3/Darul Ma'rifat). 

Jadi, dengan semua kesulitan yang telah dilewati, suasana pagi ini terasa manis dan indah. Maka saya bersemangat menunggu hasil keputusan walaupun matahari menyengat dan tubuh dibasahi keringat. Saking semangatnya saya sampai mondar-mandir mencari keberadaan dua adik saya itu. Mulai dari duduk di depan BPPM, pemanggilan per gelombang (tapi saya mulai ngikutin baru dari gel.2), sampai tempat pengabdian setelah mereka turun dari Saudi lantai 2, juga saya buntuti. 

Hasil dari yudisium menempatkan Rosyid di Pondok alumni di Banten, sedangkan Najib ditempatkan di ISID. Segenap kesyukuran tidak cukup terlukiskan dengan kata-kata. Hanya lantunan do'a terucap dan segenap harap semoga bisa menjadi pejuang muslim yang tangguh. Good Luck my brothers.......

Kamis, 18 Juli 2013

Yudisium Pengumuman Kelulusan

Setelah melewati ujian, para peserta tentu menantikan hasil dari perjuangannya. Berhasilkah ? atau sebaliknya tidak ?. Pengumuman kelulusan dari proses ujian adalah sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Sehingga banyak yang menanyakan. Kapan pengumumannya ? Bagaimana proses pengumumannya ?

Tiap lembaga pendidikan punya cara tersendiri untuk mengumumkan hasil tersebut. Namun, cara yang sakral saya temukan di sini. Yudisium. Sebuah agenda yang mengharuskan para peserta bertatap muka dengan pihak yang hendak mengumumkan. Ada tatapan mata, tangkapan suara pada pendengaran, dan debar resah menanti hasil ujian pada agenda ini. Bagaimana tidak, semuanya hadir, berkumpul, ramai, dalam satu tempat, menanti nasib. Berlama-lama, merelakan waktu, mengenyahkan ketidaknyamanan. Dan acara yudisium itu sudah lazim di sini.

Uniknya, walaupun diadakan di depan khalayak ramai tetap saja orang lain tidak tahu menahu hasil ujian seseorang kecuali ia bertanya kepada orang itu dan bersedia menjawabnya. Mengapa bisa begitu ?. Sebab yang diumumkan adalah no peserta ujian, dan kalaupun dalam format yang lebih sakral lagi, dipanggil satu persatu, masing-masing akan diberikan surat keputusan. Jadi yang tahu menahu soal nasibnya adalah dirinya sendiri tanpa perlu diketahui orang lain.

Yudisium memang lebih memberikan kesan mendalam ketimbang pengumuman tanpa perkumpulan. Semisal dengan menempel hasil ujian di etalase sekolah, atau memposting di dunia maya. Tentu saja pendekatan dan tujuan yang ingin dicapai dari tiap metode itu berbeda-beda.