Tampilkan postingan dengan label juz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label juz. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2016

22 Tips Menghafal Qur'an ala Fadhil Azman

Sobat nitigama, apa kabar ? Sudahkah kalian membaca Al-Qur'an hari ini. Syukur alhamdulillah kalau sudah membaca. Bagi yang belum bisa segera mengambil mushaf lalu membacanya, atau bisa juga dibaca lewat hp androidnya (bagi yang punya). Semoga ayat yang dibaca menjadi penolong di hari kiamat nanti. Amin.
Kali ini kita akan menyimak beberapa tips seputar cara menghafal qur'an. Tips berikut datang dari saudara Fadhil Azman. Dia adalah seorang mahasiswa University of Jordan di bidang Teologi Islam yang sukses menghafalkan Qur'an 30 Juz selama 4 bulan.
Bagaimana tipsnya hingga ia mampu menyelesaikan hafalannya ? Mari kita simak.

1. Memurnikan niat.
2. Segera mulai menghafal.
3. Menggunakan mushaf yang sama.
4. Mendengarkan bacaan Al-Qur'an
5. Pengulangan dan pembagian halaman sebagai dasar untuk menghafal.
6. Memahami apa yang akan dihafal.
7. Memulai dengan perlahan.
8. Tidak mudah menyerah.
9. Memiliki teman yang ingin menghafal Al-Qur’an juga.
10. Membuat rencana menghafal.
11. Memanfaatkan waktu terbaik dalam menghafal.
12. Mengubah setiap waktu menjadi produktif.
13. Membawa mushaf kemanapun berada.
14. Menjaga pandangan mata.
15. Banyak bertaubat.
16. Memperdengarkan hafalan qur'an kepada orang lain, tasmi'
17. Selalu mengulangi hafalan, muraja'ah.
18. Makan kismis dan madu.
19. Shalat malam.
20. Selalu berdoa, memohon bantuan Allah.
21. Mendo'akan orang lain.
22. Meminta do'a kepada orang tua.

 sumber : http://www.arrahmah.com/news/2015/08/07/22-tips-bagaimana-mahasiswa-ini-bisa-hafal-quran-30-juz-dalam-4-bulan.html

Rabu, 03 Februari 2016

Menggunakan Satu Mushaf dalam Menghafal Qur'an

Dalam menghafal Al-Qur'an, kita perlu memperhatikan mushaf yang kita gunakan. Biasanya para penghafal Al-Qur'an menggunakan mushaf pojok. Di mana sistem pojokan memungkinkan para penghafal qur'an untuk mengingat bagian pojok dari tiap halaman. Selain itu pembagian juz yang masing-masing terdiri dari 10 lembar atau sama dengan 20 halaman memudahkan penghafal untuk melakukan pembagian dalam tiap proses menghafalnya. Baik itu saat menambah hafalan yang baru atau mengulangi hafalan yang lama.

Setelah seorang penghafal memilih satu mushaf yang dianggap cocok baginya, maka mushaf tersebutlah yang akan terus dipakai hingga selesai menghafal. Dalam arti lain, sangat dianjurkan bagi penghafal qur'an menggunakan satu mushaf saja dalam menghafal. Bila penggunaan mushaf itu dalam waktu yang cukup lama, penghafal qur'an akan terbiasa dengan bentuk tulisan, tata letak halaman, warna, dan segala detail yang khas dari mushaf yang digunakannya.

Sebaliknya bila seorang penghafal bergonta-ganti mushaf dalam proses menghafalnya, dikhawatirkan akan dapat menghambat proses menghafal. Meski tidak menutup kemungkinan ia dapat menyelesaikan hafalannya, tetapi bisa saja prosesnya berjalan lebih lambat dari yang seharusnya ditempuh.

Mengapa demikian ?. Saat seseorang sudah terbiasa membaca satu jenis mushaf, lalu kemudian ia harus menggunakan mushaf lainnya, tidak bisa tidak, ia akan kembali menyesuaikan inderanya ketika menghadapi mushaf yang baru. Sebab mushaf yang baru mempunyai bentuk cetakan yang mungkin berbeda, ukuran huruf dan warna yang tidak sama, bahkan hingga sistem waqaf yang lain dari mushaf sebelumnya. 

Kamis, 18 Juli 2013

Memaksa Diri Sendiri Untuk Tadarrus di Bulan Ini

Salah satu sunnah yang dianjurkan di Bulan Ramadhan adalah memperbanyak tadarrus Al-Qur'an. Membacanya, mentadabburi makna serta maksudnya. Dengan begitu, diharapkan kita dapat mengenal lebih dekat kitab suci kita.

Bulan ramadhan ini saya pun punya target sendiri terkatit tadarrus. Sampai sejauh ini saya telah mengkhatamkan 1 kali dan kurang 9 juz lagi akan khatam untuk kedua kalinya. Tidak terasa capaian yang telah saya buat. Meskipun harus dengan memaksa diri sendiri, selalu saja saya dapat mencapai tahap "menikmati" walaupun di awal merasa "keberatan". Biasanya ketika membuka mushaf, pikiran dan perasaan mengarah kepada hal-hal yang menggembirakan, cenderung mendorong untuk melaksanakan hal tersebut. Namun, akal sehat dan komitmen awal menahan diri untuk tidak beranjak dari tempat duduk lantaran ada 1 juz yang harus di baca saat itu juga. Jadilah saya memulai bacaan dengan "terpaksa". Lepas 1 menit, suasana semakin berkembang. Lantunan ayat suci dari lisan yang ditangkap telinga sendiri menunjukkan keterpaduan. Ditambah lagi dengan peran otak dalam men"terjemahkan" ayat sesuai pengetahuan dalam Bahasa Arab dan hati yang mengikuti alur penjelasan Al-Qur'an bagi siapa yang mentadabburinya.

Saya harap kebiasaan itu dapat berlanjut hingga akhir Ramadhan nanti dan dapat diaplikasikan di bulan yang lain. Memang untuk berbuat baik itu harus memaksa diri sendiri